Senin, 13 September 2010

Di Kamar Depan Ku merindu

Baru sja hendak terpejam mata ini. Berbaring d benda empuk yg kau kenal dngn sebutan kasur di kamar depan rumahku, d ruangan redup ini, ku biarkn tirai terbuka, nampak sinar rembulan menerebos kaca2 jendela. Malam yg cukup romantis untuk seorang perantau yg hampir 10 tahun menetap di pulau seberang.
Hanya detak jam dinding yg menemaniku malam ini. Smua orang2 tercintaku nampakx sudah terlelap sjak tadi. Samar2 kulihat jam brisik itu, pukul 6, jarum panjangx mampir di antara angka 1 dan 2, aku tahu jam itu keliru karna d hpku sudah pukul 1.21 dini hari. Aku masih menunggu rasa kantuk menghampiriku, tapi spertix beliau tidak datang sesuai jadwal, hmp... Jadi teringat penerbangan di indonesia yg tak pux jadwal ^^.
Lampu kamar ku padamkan, mungkin bs mengundang om kantuk datang lbih cepat. Sayup2 terdengar bunyi jangkrik n suara burung tetangga yg spertinya sedang kelaparan. Ternyata bukan hax suara jam telat itu yg menemaniku. Malam yg indah. Spertinya aku akan sangat merindukn keheningan malam ini.