Jumat, 06 Juli 2012

jangan terlalu lama ya......

Akhirnya kelar juga nih tulisan, hampir 3 hari nyelesaiinnya, trus jadinya malah tulisan ga jelas, but baca sampe abis yaa :)
------------------------------------------------------------------------------
Sore ini, lepasku memandikan hedwiq dan sembari ku menunggu kolak pemberian tetangga dingin, kuingat curhatan seorang kawan tentang gadis pujaannya. Namanya Raya, kawan unyu yang ku temukan semasa kayang di bangku sekolah dulu. Wajahnya psycho abiss, tapi dalam hatinya rapuh total. Suaranya lucu, kayak ringtone hape polyphonic. Dia penggemar berat film harry potter. Cita-citanya ingin menikah dengan Emma Watson dan punya anak seperti Baim. Mari kita doakan agar doi tak kesampaian masuk rumah sakit jiwa... Amin.


Raya menyukai seorang wanita yang ia temui di halte kayu kampus. Yang menarik dari wanita ini adalah fashionnya, ia begitu menyukai warnah merah-putih. Kerudung, baju, rok hingga aksesoris yang ia kenakan tidak jauh-jauh dari warna bendera negara tercinta ini kawan. Pernah sekali waktu aku diajak Raya untuk bersua dengannya, melihatnya... spontan membuatku ngecek kalender. Ini sudah tanggal 17 Agustus??? Ternyata belum.

Rabu, 04 Juli 2012

berdepat dengan kesimpulan...

Belakangan aku menjadi lebih sering berdebat
dengan diriku tentu saja
tentang halte-halte yang tlah kulalui kemarin
tempatku bergidik sekarang
serta bus misteri yang kan membawaku nanti

ketika lelah, aku... dan aku yang satu lagi bersepakat
membuat kesimpulan-kesimpulan
aku jadi tahu bahwa kesimpulan hanyalah tempat berhenti
ketika seharian lelah berdebat

esoknya kami kembali beradu
menggugurkan kesimpulan-kesimpulan kemarin
membuat kesimpulan-kesimpulan baru
selalu begitu

pernah suatu waktu kami berdebat hebat
nyaris bertengkar
tentang kami yang dulu tak lagi sama kini
sampai akhirnya tiba pada satu kesimpulan
bahwa kami takkan pernah dewasa

" entah, mungkin esok
     kami kan mendebatnya kembali
dengan keterbatasanku... Tuhan selalu punya cara memuliakan diriNya... hadirmu salahsatunya....
mungkin aku ini siluman peragu.... yang sering membuatmu menopang dagu....