Rabu, 24 Oktober 2012

FROM SOPPENG WITH LOVE : dari kandang sapi ke Woodsygab

Lepas sholat dzuhur saya dapet dua berita mengagetkan,
Berita yang pertama, ternyata Kangen Band udah dapetin vocalis baru.....
"KENAPA BUKAN SAYAAAAA!!!!!"
lumayan kan klo ane jadi vocalis, besok-besok dipanggil... "Eh itu Amir kangen lho... poninya ngga kalah lho sama Andikha... kyaaa..kyaaa.."
okeh... ikhlasin aja... sekarang kita lanjut ke berita kedua

Beberapa waktu lalu, saya bersama dua orang temen @findie lainnya, si @Rezz dan @Lha_Bhelenk mendapat tawaran mendampingi anak-anak IMPS (Ikatan Mahasiswa dan Pelajar Soppeng) Unhas untuk membantu mereka membuat film bertajuk From Soppeng With Love (FSWL). 

foto & design: Amiruddin Akbar Fisu


Proses pembuatan film ini cukup menguras tenaga dan waktu, namun anak2 IMPS berjuang keras dan begitu bersemangat menyelesaikan project ini demi 7th Anniversary IMPS UH. Ide pembuatan film ini katanya berawal dari lamunannya sang eksekutif produser, Gufran Rusani yg lagi pup dikamar mandi, akhirnya mulailah proses produksi dari lokasi bale bambu nak IMPS yang katanya dulu itu kandang sapi. Ini dia dokumentasi saat proses produksi...

Senyum Raya...

Masih ingat postingan ga jelas yang berjudul "Jangan terlalu lama yaa" ??? kalo belom dan minat baca tulisan ga jelas itu... klik  >> disini << .... nah ternyata beberapa teman menganjurkan untuk membuat cerita pengantar dari tulisan itu dilanjutkan menjadi cerpen. Tulisan ini adalah versi cerpennya.... soooo... bacayaaa ^^
--------------------------------------------------------------------------------



Sore ini, lepasku memandikan hedwiq dan sembari ku menunggu kolak pemberian tetangga dingin, kuingat curhatan seorang kawan tentang gadis pujaannya. Namanya Raya, kawan unyu yang ku temukan semasa kayang di bangku sekolah dulu. Wajahnya psycho abiss, tapi dalam hatinya rapuh total. Suaranya lucu, kayak ringtone hape polyphonic. Dia penggemar berat film harry potter. Cita-citanya ingin menikah dengan Emma Watson dan punya anak seperti Baim. Mari kita doakan agar doi tak kesampaian masuk rumah sakit jiwa... Amin.


Sabtu, 13 Oktober 2012

Sketsa dari surga


Tulisan kali ini agak lebay, dan berusaha kubuat seromantis mungkin, jadi klo mo baca, siapin kantong item, kasian klo keyboardnya harus kena muntah...
----------------------------------------------------------------------------

Kami bertetangga dan aku mencintainya. Pondokku dan kediamannya hanya dipisahkan tembok setebal sepuluh centimeter. Diam-diam aku menyimpan semua senyumnya di peti berdebu terkunci rapat yang biasa kalian sebut hati. Aku benar-benar tidak sengaja untuk mencintainya sejauh ini, dia dan berlembar-lembar kertas sketsanya. Sudah lama sekali tak pernah lagi kurasakan. Mungkin karena ku takut, seperti hari-hari kemarin, cintaku terlalu renta, berdiri dari jatuh saja tidak bisa.

Aku mengaguminya, satu nafas yang dia hembus bisa membuatku mati terhunus, Sepertinya, duniaku baru saja dimulai ketika hatiku jatuh padanya. Tiap hari kurindukan lekuknya, meski hanya pemandangan sederhana melihatnya membasuh kamboja-kamboja kerdil di pekarangan rumahnya, atau memainkan anak-anak kucing peliharaannya, apa saja, asal ku bisa, sebentar saja, untuk melihatnya dari celah retak tembok pagar milikku, dan miliknya.