Senin, 01 Desember 2014

Tujuh Tahun Arsitektur Duaributujuh


Besar tetap membumi...Kecil tetap Berarti...Selamat... Selamat...Kasi Jadi Barang2... 
:)

Sabtu, 29 November 2014

CHEF : Karya Favreau yang Menggiurkan


Pekan lalu, di sela-sela kesibukan ngumpulin data kuesioner buat tesis, saya menyempatkan menghibur diri menonton sebuah film begenre drama comedy, CHEF. Film ini di diperankan langsung oleh sang sutradara, John Favreau, sosok di balik suksesnya film Iron man dan Iron man 2 yang berhasil masuk box office dan meraup begitu banyak keuntungan. Dengan naskah yang juga ditulis langsung oleh Faverau, CHEF juga diisi oleh jajaran cast ‘oke’ seperti Sofia Vergara, Dustin Hoffman, hingga dua nama keluaran dua film Iron Man, Robert Downey Jr dan Scarlett Johanson meskipun hanya sebagai cameo.

http://www.play4movie.com/

Carl Casper (Jon Favreau) merupakan seorang chef terkenal di Los Angeles dan bekerja di restoran ternama milik Riva (Dustin Hoffman). Masalah mulai muncul ketika seorang kritikus makanan online bernama Ramsey Michel (Oliver Platt) datang dan ingin menilai masakan sang chef.  Carl berniat untuk membuktikan kemampuannya pada Ramsey yang datang berkunjung ke restoran tempat ia bekerja. Bersama para asistennya, Carl berniat membuat menu baru yang special, namun Carl mendapat interupsi mendadak dari Riva dan meminta Carl untuk tetap membuat menu seperti biasa. Alhasil,  masakannya pun mendapat celaan dan review buruk dari Ramsey. Tidak butuh waktu lama, review tersebut menyebar di twitter. Carl dan Ramsey pun terlibat ‘perang’ di twitter dan berujung pada pemecatan Carl. Di saat yang sama, Carl juga mempunyai masalah hubungan dengan sang anak, Parcy (Emjay Anthony) yang kurang harmonis akibat sang chef yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya.

Jumat, 29 Agustus 2014

Pagi Gandok

foto: amiruddin akbar fisu

Pagi yang teduh di jantung kota kembang...
Selamat pagi ibu bumi yg sedang membasuh wajahnya dari jelaga, polusi, kata, pikir, tindak manusia...
Selamat pagi tekukur mang ajang, merdu kicaumu meski tak harus kufaham nyanyianmu...
Selamat pagi pepohonan yg sedang menari bersama angin dan embun...
Selamat pagi kepada kamu yg baik hati...
Pagi ini, ku rindukan Guru2 terbesarku... mereka yang tak punya gelar guru, mereka yang biasa, dan selalu biasa, Saya suka yg biasa...
Mereka berkata... "Alam itu makanan jiwa, Pikiran manusia itu jelaga... Alam itu rumah mewah, Kota itu penjara..."
Mereka berkata... "Cinta itu surga sebelum kau beranjak dari fana dunia..."
Karenanya, kubiarkan rinduku tersesat di lorong2 kotamu... Sampai kau sua begitu banyak mereka mencarimu...
Kata iwan fals... Cinta kita cinta jalanan, yang tegar mabuk di persimpangan...
Maka biarlah...
So, hayoooo segera mandi!!! Packing dan siap2 menjadi 'manusia'...Alam telah membuka lebar tangannya pagi ini...

Selasa, 29 Juli 2014



"Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435H.... minta maapnya yaa gaees... selamat berkolesterol ria... dpt salam dari keluarga ane :)"






Minggu, 27 Juli 2014




"Hubungan yang baik tidaklah instan... Butuh waktu... kesabaran... dan 2 orang yang benar-benar ingin bersama..."

Ran Mouri 

Minggu, 06 Juli 2014

Akhirnya Saya Menentukan Pilihan


“Kapal tua ini akan punya nahkoda baru”, kata Abdur.  Persiapan perhelatan untuk sebuah demokrasi nyaris paripurna. Hari ini, H-3 pemilihan presiden, memasuki masa tenang tanpa kampanye, spanduk-spanduk (seharusnya) telah dicabut, meskipun media-media busuk masih saja mengudara dengan berita-berita yang menjijikkan.

Sampai beberapa hari lalu, saya masih mencoba netral. Saya mencoba menghindari obrolan bertema pilpres pada percakapan harian, karena buat sebagian orang, akan merubah suasana menjadi kurang menyenangkan. Mencoba terus memantau riak tanpa berteriak. Mencoba mengolah isu dan mencerna informasi tanpa harus terbawa arus.

Bagi saya, membincangkan 2 calon presiden ini layaknya memilih calon pendamping hidup. Dalam kasus ini, saya tidak punya pilihan lain selain 2 calon tersebut. Saya merasa harus terlebih dahulu melihat rekam jejaknya, asal-usul dan seberapa ahli dia dalam mengurus rumah tangga, bagaimana pergaulannya, dan orang-orang seperti apa yang ada di lingkungannya, sebelum memutuskan pilihan.


Selasa, 01 Juli 2014

Nias: Pijakan Pesona di Samudra Hindia


Kunjungan saya ke Pulau Nias ini sebenarnya merupakan bagian dari pekerjaan. Jadi, tidak ada travel guide disini (maklum, semua transport, akomodasi dan makan saya ditanggung hehe…). Namun sebisa mungkin saya akan berbagi pengalaman dan semoga berguna untuk teman-teman yang tertarik ke Nias.
----------

Berkunjung ke Nias serasa menelusuri kehidupan masa lalu. Waktu seakan berhenti dipagari bebatuan megalitikum yang masih lestari. Di tengah Samudra Hindia yang luas, pulau ini menjadi surga bagi para peselancar dan rumah bagi budaya zaman batu kuno yang mengagumkan untuk disambangi.

Sebagai kepulauan, Nias memiliki banyak spot pantai. Di Gunungsitoli, ada beberapa pantai yang tak pelak memberi keindahan pada tiap jengkalnya. Tiap pantai menyajikan hidangan khusus mulai dari seafood hingga masakan khas. Namun ada beberapa kuliner khas Gunungsitoli, dimana kita yang muslim perlu bertanya dulu bahan asal pengolahannya. 

Sunrise di Gunungsitoli
Foto: Amiruddin Akbar Fisu

Kamis, 12 Juni 2014

Catatan Ransel Lusuh: Mahameru, Tanah Tinggi Yang Tak Tergapai.



Tahun lalu saya memikirkan sebuah titik yang ingin saya capai di tahun ini. Mendapat gelar master awalnya terlihat realistis, namun mengingat belum ada seorang anak manusia yang mendapat gelar master transportasi kurang dari dua tahun, target tersebut saya urungkan. Menikah??? Oh maap, sepertinya yang barusan cuman salah ketik, sama sekali belum bisa dijadikan target tahun ini. Bagaimana jika mengunjungi suatu potongan surga, yang belum pernah saya kunjungi di negeri ini. Mahameru, sepertinya asik sekali membayangkan memain-mainkan awan di ujung-ujung kaki. Jadilah, muncak ke Semeru menjadi target capaian saya tahun ini. Bersama seorang kawan, Eghie, saya merencanakan perjalanan ini 1-2 bulan bulan lamanya. Mulai dari menjadwal, menghitung budget, mencari personel lain yang tertarik untuk gabung, hunting alat pendakian, tc untuk persiapan fisik, dll. Akhirnya fix 11 orang yang akan ikut pendakian bertajuk 'Ekspedisi Tulang Rusuk' ini. 11 orang yang tergabung dalam 'Ronipala' ini dibagi menjadi 2 rombongan, rombongan pertama 6 orang berangkat dari Bandung termasuk saya. Rombongan kedua 4 orang berangkat dari Makassar dan seorang lagi menunggu di Sidoarjo.

Rabu, 11 Juni 2014

Film: The Wind Rises, lukisan terakhir Miyazaki


Di tengah frustasi mencari metode dan permodelan yang cocok untuk fisibility study water way, saya membongkar file-file film yang udah kedownload tapi belum ditonton. Pilihan saya jatuh pada ‘The Wind Rises’ karya terakhir dari animator senior Jepang, eyang Miyazaki.

Film ini bercerita tentang kisah nyata Horikoshi Jiro, seorang desainer dan pesawat tempur Jepang yang dipakai pada masa Perang Dunia Kedua. Jiro yang sejak kecil sudah jatuh cinta kepada pesawat memutuskan menjadi desainer karena kelainan matanya membuatnya tidak bisa menjadi pilot. Dalam perjalanan meraih impian tersebut, Jiro ditemani oleh satu sosok idolanya, desainer pesawat terbang asal Italia bernama Giovanni Battista  yang datang melalui mimpi dan berbicara banyak kepadanya tentang penerbangan, filosofi dalam membangun sesuatu dan tanggung jawab apa yang nantinya akan dihadapi Jiro dalam keputusannya untuk membangun pesawat yang akan dipakai untuk berperang. Selain itu, film ini juga menghabiskan banyak waktu memperlihatkan kehidupan pribadi Jiro dari mulai ia kecil, sekolah, sampai akhirnya bekerja untuk Mitsubishi dan menikah.

www.thatfilmguy.net

Selasa, 21 Januari 2014

Rindu pertama di 2014


Pekan kemarin saya masih di rumah, dibantu mamah yang nyediain makanan apa aja yang dirikues dalam rangka menjalankan program perbaikan gizi. Sarapan ala bangsawan Arab, oseng-oseng cireng, mandi pake kuah soto, bahkan saya selalu ingat kata-kata Kotaro Minami, “tidurlah dalam keadaan kenyang”. Meskipun kalo nganter mamah ke pasar, pulang-pulang bulu ketek udah gondrong sangking lamanya. Ku beri tahu kau boi, kampung halaman dan rumah memang tak tergantikan. Ramainya selalu asyik, sunyinya selalu menenangkan. Disini, kalo sholat jumat, khotibnya nge-rap, kalo mau pipis, toiletnya yang nyamperin, disini juga banyak temen-temen lama yang dulu sering maen ciprat-cipratan ludah pake selang pianika dan sekarang mereka udah pada gede, udah pada hapal personel JKT 48 dan lihai banget dengan gerakan goyang cesar. Percaya boi, di sini ga ada orang yang knalpot motornya sampe nembak-nembak muka orang, disini juga ga ada yang lampu ijonya 30 detik trus lampu merahnya 2 hari, ga ada boi.

3.gp.blogspot.com