Kamis, 12 Juni 2014

Catatan Ransel Lusuh: Mahameru, Tanah Tinggi Yang Tak Tergapai.



Tahun lalu saya memikirkan sebuah titik yang ingin saya capai di tahun ini. Mendapat gelar master awalnya terlihat realistis, namun mengingat belum ada seorang anak manusia yang mendapat gelar master transportasi kurang dari dua tahun, target tersebut saya urungkan. Menikah??? Oh maap, sepertinya yang barusan cuman salah ketik, sama sekali belum bisa dijadikan target tahun ini. Bagaimana jika mengunjungi suatu potongan surga, yang belum pernah saya kunjungi di negeri ini. Mahameru, sepertinya asik sekali membayangkan memain-mainkan awan di ujung-ujung kaki. Jadilah, muncak ke Semeru menjadi target capaian saya tahun ini. Bersama seorang kawan, Eghie, saya merencanakan perjalanan ini 1-2 bulan bulan lamanya. Mulai dari menjadwal, menghitung budget, mencari personel lain yang tertarik untuk gabung, hunting alat pendakian, tc untuk persiapan fisik, dll. Akhirnya fix 11 orang yang akan ikut pendakian bertajuk 'Ekspedisi Tulang Rusuk' ini. 11 orang yang tergabung dalam 'Ronipala' ini dibagi menjadi 2 rombongan, rombongan pertama 6 orang berangkat dari Bandung termasuk saya. Rombongan kedua 4 orang berangkat dari Makassar dan seorang lagi menunggu di Sidoarjo.

Rabu, 11 Juni 2014

Film: The Wind Rises, lukisan terakhir Miyazaki


Di tengah frustasi mencari metode dan permodelan yang cocok untuk fisibility study water way, saya membongkar file-file film yang udah kedownload tapi belum ditonton. Pilihan saya jatuh pada ‘The Wind Rises’ karya terakhir dari animator senior Jepang, eyang Miyazaki.

Film ini bercerita tentang kisah nyata Horikoshi Jiro, seorang desainer dan pesawat tempur Jepang yang dipakai pada masa Perang Dunia Kedua. Jiro yang sejak kecil sudah jatuh cinta kepada pesawat memutuskan menjadi desainer karena kelainan matanya membuatnya tidak bisa menjadi pilot. Dalam perjalanan meraih impian tersebut, Jiro ditemani oleh satu sosok idolanya, desainer pesawat terbang asal Italia bernama Giovanni Battista  yang datang melalui mimpi dan berbicara banyak kepadanya tentang penerbangan, filosofi dalam membangun sesuatu dan tanggung jawab apa yang nantinya akan dihadapi Jiro dalam keputusannya untuk membangun pesawat yang akan dipakai untuk berperang. Selain itu, film ini juga menghabiskan banyak waktu memperlihatkan kehidupan pribadi Jiro dari mulai ia kecil, sekolah, sampai akhirnya bekerja untuk Mitsubishi dan menikah.

www.thatfilmguy.net