Sabtu, 29 November 2014

CHEF : Karya Favreau yang Menggiurkan


Pekan lalu, di sela-sela kesibukan ngumpulin data kuesioner buat tesis, saya menyempatkan menghibur diri menonton sebuah film begenre drama comedy, CHEF. Film ini di diperankan langsung oleh sang sutradara, John Favreau, sosok di balik suksesnya film Iron man dan Iron man 2 yang berhasil masuk box office dan meraup begitu banyak keuntungan. Dengan naskah yang juga ditulis langsung oleh Faverau, CHEF juga diisi oleh jajaran cast ‘oke’ seperti Sofia Vergara, Dustin Hoffman, hingga dua nama keluaran dua film Iron Man, Robert Downey Jr dan Scarlett Johanson meskipun hanya sebagai cameo.

http://www.play4movie.com/

Carl Casper (Jon Favreau) merupakan seorang chef terkenal di Los Angeles dan bekerja di restoran ternama milik Riva (Dustin Hoffman). Masalah mulai muncul ketika seorang kritikus makanan online bernama Ramsey Michel (Oliver Platt) datang dan ingin menilai masakan sang chef.  Carl berniat untuk membuktikan kemampuannya pada Ramsey yang datang berkunjung ke restoran tempat ia bekerja. Bersama para asistennya, Carl berniat membuat menu baru yang special, namun Carl mendapat interupsi mendadak dari Riva dan meminta Carl untuk tetap membuat menu seperti biasa. Alhasil,  masakannya pun mendapat celaan dan review buruk dari Ramsey. Tidak butuh waktu lama, review tersebut menyebar di twitter. Carl dan Ramsey pun terlibat ‘perang’ di twitter dan berujung pada pemecatan Carl. Di saat yang sama, Carl juga mempunyai masalah hubungan dengan sang anak, Parcy (Emjay Anthony) yang kurang harmonis akibat sang chef yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya.


https://aws-dist.brta.in

CHEF sebenarnya memiliki ide cerita yang sangat sederhana tentang perjalanan orang yang jatuh dan dan mencoba kembali bangkit dari keterpurukan dan dibalut dengan drama hubungan ayah-anak. Carl yang sudah bercerai dengan sang istri membuatnya tidak dapat meluangkan banyak waktu untuk sang anak. Konsep cerita yang sangat biasa, begitu klise dan sudah mampu ditebak akan memiliki ending seperti apa. Lalu apa yang menarik dari CHEF? Menurut saya, salah satu yang terpenting pada film semacam ini adalah bagaimana prosesnya menuju ending yang tertebak tersebut. Apakah proses menuju ending yang predictable  itu menarik ataukah sama predictable-nya dan akhirnya membosankan. Beruntung CHEF memiliki naskah yang ‘oke’ dan tentu saja, Favreau, yang men-direct CHEF sehingga menghasilkan penyutradaraan yang kuat. Selain itu, film ini memiliki komedi yang sederhana yang muncul dari dialog-dialog dan interaksi yang natural antar pemain. Humornya yang mengalir secara alamiah dan tidak lebay namun sangat efektif. Sentuhan drama ayah-anak yang ditawarkan pun minim dramatisasi namun justru inilah yang membuat dramanya kuat dan cukup menyentuh penontonnya (baca: saya).

http://1.bp.blogspot.com/

http://younameit-id.com/

Tema tentang makanan pun bukan sekedar balutan. Sepertinya CHEF memiliki konsultan yang memang ahli dibidang ini. Lihat saja bagaimana segala masakan yang disajikan sangat berhasil menggugah selera dan terlihat sangat berkelas. Tidak hanya itu, CHEF  juga memperlihatkan proses pembuatan masakan-masakan tersebut. Di sinilah kekuatan penyutradaraan Favreau yang sangat berhasil mengemas berbagai momen memasak terlihat begitu asyik, menarik dan sangat artistik. Saya sempat begitu tergiur ketika para pemain pertama kali memasak Cubanos, sejenis sandwich yang terlihat begitu lezat dan sangat menggoda. Salah satu yang saya suka dari CHEF, adalah kemasan road movie yang diperlihatkan, dimana foodtruck menjual berbagai jenis makanan dari Miami hingga LA dan singgah di beberapa kota untuk menikmati kuliner setempat. Skrip yang ditulis Favreau juga semakin menarik berkat sisipan popculture tentang social media  yang relevan dan tidak asal menempel. Lihat bagaimana film ini memperlihatkan power dari twitter sebagai alat promosi yang efektif hingga twitwar yang menjadi penegasan popculture oleh Favreau.

CHEF hadir bukan tanpa cela, terdapat berbagai kekurangan minor di sana, terutama yang berkaitan dengan hilangnya karakter-karakter seperti Scarlett Johansson dan Robert Downey Jr. Terutama karakter ScarJo yang menurut saya seharusnya memunculkannya sedikit lagi pada bagian akhir sebagai konklusi dari endingnya. Namun secara keseluruhan CHEF begitu menarik dan ‘memuaskan’ saya, sama memuaskannya dengan tampilan visual dari masakan-masakan yang hadir pada film ini. Penuh dengan drama yang sangat sederhana namun begitu hangat, karakter-karakternya yang tampak begitu peduli. CHEF merupakan salah satu film terbaik Favreau, tidak arogan namun membuktikan bahwa ia memang sutradara yang bertalenta jika tidak banyak diberikan batasan meskipun dengan dana yang minim, film yang sangat menghibur ditengah-tengah mummet-nya pengerjaan thesis yang tak kunjung selesai.  Sangat recommended bagi kamu pencinta kuliner atau film-film bertema makanan/food traveling.

Terakhir, sebagi penutup, jangan coba-coba menonton film ini dengan perut kosong…. Jangan …!!! :)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar