Senin, 30 Agustus 2010

CRONQUITADORES


apabila Pak Syahrul Yasin Limpo melihatnya....mungkin sebuah penghargaan akan menghiasi lemari debu dikamarku kawan..... bagaimana tidak, aku tlah membantu salah satu program besarnya "SUL-SEL GO GREEN". Coba kau perhatikan rumput di depan rumahku itu boi.... tinggi menjulang.... para kambing dan sapi busung lapar akan melompat2 riang tiada tara apabila mereka melihatnya..... di sekitarnya, apabila kau perhatikan dengan seksama kawan, sampah2 dan puntung rokok bertebaran, bukan main tak terurusnya rumahku ini boy.
Blom lagi apabila kau mencoba meluangkan sdikit waktumu untuk membuka pintu dan sejenak masuklah kawan (tidak dianjurkan untuk ibu2 hamil, para manula, dan orang2 yang memiliki penyakit jantung n asma)...
mungkin ada beberapa persepsi yang muncul

1.JIKA KAU PARA PETUALANG: "Hhmmm... kebun binatang yg aneh, ga ada loket masuknya (sy tdk tahu harus ada berapa hewan untuk bisa dikatakan kebun binatang, tp apabila kau masuk, setidaknya terdapat semut2 yang memiliki ukuran dan warna yg beragam, para om laba-laba dengan sarangnya yg megah, kecoa-kecoa nakal yg sibuk lalu lalang, mas nyamuk bersama kawan2 nya, dan jika beruntung, mungkin sesekali abang tikus menampakkan dirinya kepadamu)

2. JIKA KAU SEJARAWAN: wahhh museum bersejarah... tp sayang ga ke urus... kok ga ada loket masuknya yah??










Sabtu, 07 Agustus 2010

kamus photography

LR : Single Lens Reflex, Kamera lensa tunggal yang menggunakan cermin dan prisma

TLR : Twin Lens Reflex, kamera yang menggunakan dua lensa satu untuk melihat, lainnya untuk meneruskan cahaya ke film.

Lens Mount : Dudukan lensa

MF : Manual Fokus.

AF : Auto Fokus

AF Range : Tingkat terang cahaya dimana sistem autofocus masih dapat bekerja, dalam satuan EV.

EV : Exposure Value ; kekuatan cahaya. Sample, EV= 0 kekuatan cahaya pada diafragma f/1,0 kecepatan 1 detik.

Exposure Mode : Modus pencahayaan, pada umumnya ada 4 Tipe : Manual, Aperture Priority, Shutter Priority dan Programed (Auto).

Aperture: Diafragma

Aperture Priority : Prioritas pengaturan pada diafragma, kecepatan rana otomatis.

Shutter : Rana






Jumat, 06 Agustus 2010

mengikat masa dengan kata (edisi: agustus 2010)

ada bahan peledak 3kg... ada ibu kota negara yg mo dipindah... ada rupiah yg mo di hilangin angka nolnya.... ada-ada aja......
  
belum, bujang......... belum siap aku ini..... pahamlah kau.....mengapa diriku begini rupa......

Qui genus humanum ingenio superavit

Cinta di dlm gelas... Hmmm...

tentang timah, ttg perjuangan, ttg cemburu, ttg kopi n catur, n lagi2 tentang cinta, aih, hebat benar carax menyeret2 prasaanku boi, mustahil kunafikn kekaguman ini, spertix Tuhan menakdirkn ia sbg pencipta keindahan itu kawan, tengoklah, nafasku sampai pendek menikmatix, kumantapkn hatiku sbg andreanis sjati



komposisi

Komposisi merupakan rencana, penempatan, atau penyususunan elemen-elemen /obyek yang kita foto. Penempatan itu diharapkan bisa menghasilkan gambar yang bagus secara estetika.

Prinsip konvensional:

  • Harus ada pusat perhatian atau fokus.
  • Subyek tidak boleh menghadap ke luar dari gambar.
  • Subyek yang bergerak harus memliki ruang di depan.
  • Ruang kosong dalam gambar yang persis terbagi dua seharusnya dihindari.
  • Elemen yang kecil, kontras tinggi, mempunyai pengaruh yang sama dengan elemen yang besar dan tidak tajam.
  • Subyek yang menonjol seharusnya tidak persis di tengah, kecuali komposisi formal atau simetris diinginkan, dan bisa diseimbangkan dengan elemen-elemen kecil lainnya.
  • Garis horizon tidak boleh membagi bidang menjadi dua bagian yang sama tapi diposisikan untuk menekankan pada langit atau pada bumi.

Aturan sepertiga

Tujuannya adalah mencegah subyek atau bidang perhatian untuk membagi dua gambar, yaitu dengan cara menempatkannya di dekat garis imajiner yang membagi bidang gambar menjadi 3 kolom dan 3 baris yang sama lebar, idealnya dekat dengan perpotongan garis itu.

Penyederhanaan gambar

Gambar yang kacau akan mengganggu elemen utama dari gambar sehiniga membuatnya sulit untunk mengidentifikasi subyek. Dengan mengurangi isi yang tak perlu, maka mata penonton akan langsung tertuju pada obyek utama. Gangguan ini bisa jugga dikurangi degan menggunakan pencahayaan, karena bagian yang terang biasanya menarik perhatian mata, demikian pula halnya dengan garis, kotak dan warna.
Dalam dunia fotografi sering digunakan pembatasan ruang tajam (dof), yaitu dengan menggunakan lubang diafragma yang lebar. Dengan setting yang tepat, maka segala sesuatu yang bukan fokus akan terlihat kabur. 

Geometri dan Simetri

Aturan ganjil mengemukakan bahwa jumlah subyek yang ganjil dalam gambar lebih menarik daripada genap. Oleh karena itu , jika kamu punya lebih dari satu subyek dalam gambar, maka usahakan untuk setidaknya ada tiga subyek. Jumlah subyek yang genap akan memberikan kesan simetri pada gambar sehingga tampak lebih tidak natural, bagi pemuja aliran naturalis
Bentuk segitiga juga masih berhubungan dengan aturan ganjil ini, dan ternyata memang bentuk segitiga bagus secara estetika. Bentuk segitiga ini dapat pula diperoeh pada wajah yang dibentuk oleh 3 titik yaitu kedua mata dam mulut.

http://asaljepret.com/

diafragma

Diafragma merupakan lubang atau bukaan yang boleh dilalui cahaya. Diafragma ini mengatur jumlah cahaya yang lewat sehingga mencapai bidang gambar (makin kecil diafragma maka makin gelap gambar). Diafragma juga akan yang menentukan sudut kerucut dari sebendel cahaya yang mendatangi fokus bidang gambar. Diafragma menentukan seberapa sejajarnya cahaya yang akan sangat menentukan hasil akhir pada bidang gambar. Jika cahaya itu melalui lensa maka cahaya yang sejajar (diafragma kecil) akan menghasilkan gambar tajam pada bidang gambar, sedangkan jika banyak cahaya yang tak sejajar (diafragma besar) akan menghasilkan gambar tajam hanya pada posisi yang sesuai panjang lensa. Hal ini berarti diafragma lebar akan menghasilkan gambar tajam pada posisi yang difokuskan sedangkan selebihnya kabur.
Diafragma bisa diubah-ubah untuk mengatur jumlah cahaya yang masuk ke sensor gambar. Fungsinya seperti iris pada mata. Dikombinasikan dengan kecepatan rana maka akan menghasilkan pencahayaan tertentu pada gambar. Untuk pencahayaan yang sama dibutuhkan diafragma yang besar untuk kecepatan rana yang tinggi dan diafragma yang kecil untuk kecepatan rana yang rendah.

Mengecilkan lebar diafragma akan menambah ruang tajam, yaitu ruangan di mana obyek yang lebih dekat atau lebih jauh dari fokus yang sesunggunnya masih nampak jelas seperti fokus itu.

Lebar diafragma biasa disebut dengan f-number, merupakan rasio antara panjang fokus lensa dengan diameter diafragma. Biasanya lensa kamera mempunyai satu set f-stop yang menunjukkan f-number tertentu. F-number yang kecil menunjukkan diafragma yang besar. Dalam fotografi satu f-stop berarti terdapat rasio perubahan diafragma/f-number sebesar ?2 (sekitar 1.41) yang bersesuaian dengan perubahan intensitas cahaya sebanyak 2 kali.

Prioritas diafragma (aperture priority) terdapat pada kamera semi otomatis di mana kita bisa menentukan lebar diafragma lalu membiarkan kamera memilih kecepatanrana yang tepat secara otomatis. Fasilitas ini biasa ditulis dengan mode Av.

Diafragma maksimum dan minimum Spesifikasi suatu lensa biasanya termasuk di dalamnya diafragma maksimum dan minimum. Merupakan f-number minimum dan maksimum yang bisa di-set untuk lensa tersebut.
Lebar diafragma maksimum (f-number terkecil) merupakan yang paling diperhatikan, biasa disebut dengan kecepatan lensa yang selalu diikutkan saat menyebut suatu lensa (misal: 100-400mm f/5.6, atau 70-200mm f/4).
Lensa biasa memiliki f-number dari f/16 sampai f/2 (nilainya belum tentu segitu). Lensa profesional bisa memiliki f-number sampai f/1.0, bahkan ada yang sampai f/0.75. Lensa itu biasa disebut lensa cepat karena memungkinkan lebih banyak cahaya yang dapat masuk sehingga mengurangi waktu bukaan.
Lensa zoom biasanya memiliki diafragma maksimum dari f/2.8 sampai f/6.3 pada tingkat zoom yang berbeda. Lensa zoom yang cepat biasanya memiliki diafragma maksimum yang konstan yaitu f/2.8 atau f/2, yang berarti memiliki lebar diafragma maksimum yang tetap di setiap tingkatan zoom. Lensa zoom biasa akan mempunyai diafragma maksimum yang berbeda untuk setiap tingkatan zoom, hal ini karena untuk mendapatkan lebar maksimum yang sama akan lebih sulit dan mahal; f/3.5 sampai f/5.6 adalah contoh lebar diafragma maksimum variabel yang terdapat dalam lensa zoom consumer.
Lensa dengan panjang fokus tetap (bukan zoom) bisa memiliki diafragma yang sangat besar. Lensa ini biasa digunakan untuk mendapatkan ruang tajam yang kecil yang berguna untuk mengkaburkan gambar yang tidak fokus.

http://asaljepret.com/

Kecepatan rana

Kecepatan rana merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pencahayaan. Faktor-faktor lainnya adalah cahaya yang datang, ukuran diafragma dan kepekaan media (ASA/ISO) yang dipakai. Fotografer sering melakukan trade-off antara diafragma dan kecepatan rana dengan satuan stop. Satu stop turun atau naik akan membuat cahaya masuk menjadi separuh atau dua kalinya, sehingga nilai kecepatan rana ataupun diafragma dapat dihitung dan dipilih untuk menghasilkan pencahayaan tertentu. Untuk suatu pencahayaan yang sama, kecepatan rana yang tinggi dan diafragma yang besar (f-number yang kecil) akan serupa dengan kecepatan rana yang rendah dan diafragma yang kecil (f-number yang besar).
Kecepatan rana rendah biasa digunakan dalam kondisi cahaya yang redup, sehingga media/sensor cahaya akan lebih lama mengumpulkan cahaya. Dalam fotografi digital, sensor cahaya bersifat sepertihalnya film.
Kecepatan rana diukur dalam satuan detik. Ukuran ini adalah standar yaitu:
  • 1/1000 det
  • 1/500 det
  • 1/250 det
  • 1/125 det
  • 1/60 det
  • 1/30 det
  • 1/15 det
  • 1/8 det
  • 1/4 det
  • 1/2 det
  • 1 det
Namun seringkali tidak semua kamera mendukung kecepatan tinggi ataupun kecepatan rendah, tapi nilai-nilai kecepatannya pada kamera konvensional akan selalu merujuk pada standar di atas. Nilai standar di atas seringkali tidak diadaptasi pada kamera automatis modern, karena memang angka-angka standar fungsi utamanya adalah untuk memudahkan fotografer untuk mengeset secara manual.
Dalam kamera, seringkali angka 1/xx hanya ditulis sebagai xx, terutama untuk menghemat tempat/penulisan, untuk kamera itu, kecepatan rendah yang bukan 1/detik (1 detik atau lebih) akan ditulis dengan warna yang berbeda.
Untuk membuat kecepataan rana yang sangat lama, kamera biasanya memiliki fasilitas:
  • B (bulb) — membuka rana selama pelepas rana ditekan.
  • T (time) — membuka rana sampai pelepas rana ditekan lagi.
Hal yang mungkin saat kecepatan rendah adalah terjadinya gambar blur/kabur. Secara kira-kira, kecepatan terendah untuk kamera 35mm sehingga menghasilkan gambar yang tidak kabur adalah angka yang terdekat denganpanjang fokus lensa. Misalnya untuk lensa normal 50mm maka kecepatan terendahnya 1/60 detik jika kamera dipegang dengan tangan sehingga tidak menghasilkan gambar kabur. Namun dengan teknik menstabilkan tangan dengan menaruh siku pada badan mungkin bisa membuat kamera lebih stabil sehingga kecepatan lebih rendah dapat dipakai. Jika kecepatan terlalu rendah untuk dipegang, maka biasa digunakan tripod.
Untuk kamera semi automatis ada fasilitas prioritas kecepatan rana yang biasa disebut Tv (Time value). Dengan fasilitas ini, fotografer memilih suatu kecepatan rana lalu kamera akan menyesuaikan diafragma secara otomatis.

Efek Kreatif Kecepatan Rana

Kecepatan rana yang rendah akan menumbilkan kesan gerak pada subyek yang bergerak. Kecepatan tinggi akan membuat kesan freeze/beku.

http://asaljepret.com/