Minggu, 08 Mei 2016

Menabur Inspirasi di Hilir Latuppa



Pada gerakan Kelas Inspirasi Palopo tahun ini, saya tepilih sebagai salah satu relawan pengajar, dan oleh tim, saya dipercayakan menjadi Koordinator di SDN 59 Siguntu yang terletak di pelosok wilayah Palopo. Di hari inspirasi 3 Mei 2016, dengan materi seadanya,  saya siap menginspirasi anak-anak SD Siguntu. Namun relawan dokumentator tidak hadir. Tim kami harus siap menginspirasi tanpa dokumentasi video atau foto. Padahal kami tahu, dokumentasi pada gerakan ini sangat penting untuk menularkan semangat menginspirasi di seluruh penjuru negeri. Sebagai kordinator yang tampan lagi baik, akhirnya saya ‘setengah ikhlas’ beralih menjadi relawan dokumentator. Hanya berbekal kamera mirror lens, dan dslr tua yang tidak dilengkapi fitur video, saya dan Abdi, seorang fasilitator, berbagi tugas. Dia kami angkat sebagai relawan fotografer, dan saya ditampuk sebagai relawan videografer. Seperti yang kita tahu bersama, sebagai dokumentator, harapan anda untuk ngeksis atau melihat foto dan video anda di kegiatan ini pupus sudah. Hal itu karena posisi anda yang berada di belakang kamera. Hal ini juga yang menjadi jawaban mengapa kata ‘setengah ikhlas’ saya beri tanda kutip. Jadi… siap-siaplah kecewa karena anda tidak akan pernah menemukan sosok saya di video ini (awas muntah gaes).

Sabtu, 05 Maret 2016

Merawat Nilai, Membangun Kota


www.wallpaperup.com

“Untuk menjadi kota dunia, tidak perlu tepuk tangan dari seluruh penjuru dunia.”

Beberapa tahun lalu saya menghadiri forum bertajuk ‘Makassar Menuju Kota Dunia’ yang dipromotori oleh Pemerintah Kota Makassar. Pada forum tersebut, dipaparkan rencana pembangunan infrastruktur, upaya menarik investor, cita-cita monorail, dan bagaimana ‘ambisi’ Makassar agar mendapat perhatian dunia, tidak lupa disebut kota-kota besar sekelas Singapura, Hongkong, dan beberapa kota-kota maju di Eropa sebagai parameter sukses dan pembanding. Pada satu sesi diskusi, saya mengatakan bahwa seberapa pentingkah pandangan dunia terhadap suatu Kota?  Bagaimana dengan pandangan masyarakat kota itu sendiri?